Kamis, 05 Agustus 2010
THE Perfect Detective
The Perfect Detective
Kasus1:Hilangnya Uang Kakak Kelas
Pagi yang cerah menyinari sebuah SD di daerah Cikarang.Di antara para siswa kelas lima yang paling semangat,hanya ada satu anak yang tidak semangat,namanya Gothan.”Hei,tampaknya kau sedang sakit Gothan.”ujar Ronald sambil menepuk punggung Gothan keras-keras.”Dasar,aku jadi kaget tahuuu!!!”.”OH YA,ini ada kertas permohonan.Dari Kak Dessy anak kelas 6,katanya dia ingin kita menyelidiki pencurinya!”kata Ronald sambil mengasihi secarik kertas ke Gothan.”Oke,aku akan menyelidikinya tepat jam istirahat.”jawab Gothan.Bel masuk pun berbunyi.
Tak terasa bel istirahat telah berbunyi.Gothan dan Ronald langsung menghampiri kelas 6 bagian SSN untuk bertemu dengan Kak Dessy.”Oh hai Kak Dessy gimana aku dan Gothan bisa langsung menyelidikinya sekarang?”Tanya Ronald.”Oh,boleh”Jawabnya.Dan kami pun langsung menyelidiki semua orang,dan terkumpul 2 orang yang terasa mencurigakan.”Dimana kak Indra waktu sebelum bell masuk atau tepat pukul 07:00?”Tanya Ronald pada Kak Indra.”Oh,aku di kelas sedang makan karena tadi sebelum berangkat ke sekolah aku belum makan.”jawab kak Indra.”Gimana dengan Kak Mega waktu sebelum bel ,masuk?”Tanya Gothan pada Kak Mega.”Aku bermain petak umpet bersama temanku.Aku punya saksi kalau adik tak percaya.”Jawabnya
“Gimana Gothan?”Tanya Ronald.”Dari semua Alibi 2 orang yang kita curigai,ada satu titik terang.Aku menyimpulkan bahwa Kak Indra yang telah Mencuri uang Kak Dessy.”Jawab Gothan.”Oh begitu ya”gumam Ronald.”Aku mau mendesak Kak Indra dulu supaya dia mengaku,Ku mau ikut tidak?”Ujar Gothan.”III...Iya”.Dan kami pun menemui Kak Indra.”Kak Indra kami berdua tahu bahwa kakak mencuri uang Kak Dessy.”ujar Gothan dengan mantap.”Oh,kalian salah duga masa iya sih aku mncuri uang Dessy.Apa buktinya?”Balas Kak Indra dengan nada menantang.”Huh,di dalam kelas kan tidak boleh makan ataupun minum.Bukankah ada peraturan seperti itu.Kalau begitu izinkan kami melacak isi tas Kak Indra”Balas Ronald tegas.”SA,SA,....SALAH!!!!!Kalian salah.”Teriak Kak Indera mulai emosi sambil menjaga tasnya.”Sudah ketahuan masih membela diri”Ujar Ronald tegas
“Ronald,tahan gerakan Kak Indra.Aku akan melihat isi tasnya!”Teriak Gothan memberi perintah.”Nah,ini dia buktinya.”ujar Gothan mengambil uang sebesar Rp200.000,00.”Untuk apa Kak Indra mengambil uang sebesar ini”Tanyaku”Untuk jajan,soalnya aku tak punya uang selama seminggu ini untuk jajan.Maafkan aku.”jawabnya sedih”aku juga minta maaf atas kelakuanku yang tadi,lainkali jangan mencuri Kak!Yang terpenting minta maaflah kepada Kak Dessy”kataku.”Oke!’’
Kasus 2:Misteri Telepon Iseng
“Kriiingg,Kriiingg,Kriiing ” Bunyi telepon rumah Echa.”Halo.”.”Tut...Tut,Tut”.”Ini siapa ya? Kok sukanya ngisengin orang”Gumamnya sendiri.Di sekolah Echa pun bercerita ke teman- temanya,termasuk Ronald Dan Gothan,Si Detektif Tangguh.”Menurtku mungkin itu hantu.”ujar Erwin menakut-menakuti Echa.”kau ini sukanya bikin orang panik saja!”Balas Ronald.”Gimana kalau aku selidiki siapa yang menelepon,Boleh kan?”Tanya Gothan.Echa pun membalasnya dengan mantap”Oke Jam dua dirumahku.”.
“Asslalammu alaikum.”.”Waalaikum salam,Eh Ronald dan Gothan,Ayo Masuk”Ujjarnya membuka pintu.”Bu,ini teman Echa namanya Ronald dan Gothan yang datang ke sini untuk menyelidiki Penelpon iseng itu.”Jelas Echa kepada ibunya.”ngomong-ngomong,mana ayahmu cha?”Bisik Ronald.”Ayahku sudah bercerai dengan ibuku.”Jawabnya sedih.”Ibumu Berulang tahun ya,kok ada kue Black forres di atas kulkasmu?”Tanya Gothan.”iya tepat 2 hari yang lalu dan berlangsungnya kasus telepon iseng.
“Aha,Berkat informasimu aku mendapatkan titik terang yang mengejutkan untukmu Echa.”Ujar Gothan”Baguslah kalu begitu,siapa?”Tanya Echa penasaran.”Sebetulnya,aku masih belum yakin bahwa dia orangnya,aku mau tunggu orang itu menelponmu dulu,aku mau mencocokan nomor itu dengan nomor ayahmu.”Kataku tegas.”Okelah kalau begitu”.Ronald dan Gothan-pun menunggunya dengan sabar.”Kita tidak boleh bertindak gegabah dalam kasus sepele begini”Ujar Ronald Tegas.”Oke.”
Dalam waktu sejam setelah mengorek informasi telepon pun berbunyi.Echa pun mengangkatnya,seperti yang diceritakan Echa teleponya pun terputus.Tapi,Gothan mendengar suara:”Aduuuhh!!Gimana ngomongnya ya”dengan perlahan.”Oke saatnya beraksi”Teriak Gothan terburu buru keluar rummah dan menangkap orang.Umurnya seekitar 30-40-an,tinggi,dan suaranya seperti bapak-bapak.”Ayah!!!!”ujar Echa dan Ibunya bersamaan.”SELAMAT ULANG TAHUN BU.”.Jadi,ternyata ayahnya yang menelpon Echa untuk bilang SELAMAT ULANG TAHUN ke ibunya.Dn mereka pun akhirnya menikah lagi.Di sekolah pun Echapun berterima kasih Pada Gothan dan Ronald.
Kasus 3:Datangnya Surat Tantangan dari Penculik Ronald
Di hari Senin,adalah hari yang paling tidak disukai Gothan.Karena hari itu dilaksanakan upacara.Setelah upacara selesai,Gothan masuk kelas.”Siapa yang tidak masuk hari ini?”Tanya Pak Erwin.”Ronald pak!!!”Teriak Audry si ketua kelas.”Dia sudah 2 hari tidak masuk,mungkin dia sakit.Nanti,saya akan kerumahnya sepulang sekolah.”Ujar Gothan.Pada jam istirahat,dia menghampiri Audry.”Ah,Audry rumah Ronald Dimana sih?”Tanya Gothan.Audry pun membalasnya”Hmmm,kalau tidak salah Ronald pernah bilang kalau rumahnya ada di Villa mutiara blok B1 n/o 1B.”.”Terimakasih atas informasinya”Jawab Gothan
“Hmmm,mana ya Rumah Ronald??”Gumam Gothan sesampainya di Villa Mutiara.Akhirnya,Gothan menemukan rumah Ronald.Di depan pintu rumah Ronald ada secarik kertas yang berisi tulisan:”Jika kamu mau tahu dimana temanmu berada,pecahkanlah kode,ini:021215110001042101001415(13(ini bukan kode tapi memang angka)),dua deret nol merupakan spasi,kesanalah pada pukul 13:00.”Hmm jam 12:32.Kode ya,panjang sekali kode ini.”kata Gothan dalam hati.Ronald langsung berpikir keras untuk memecahkanya.”Kalau 2 deret 0 merupakan spasi berarti angka yang bukan 0 ini,mengandung huruf.”gumam Gothan.
“Ahaa!!!Pasti ini perbandingan antara angka dan huruf,berarti tinggal menyempurnakanya.”Teriak Gothan mendapat titk terang.”Hah Blok A2 No13,ini kan rumah pamanya Ronald,Pak Alberd.Oke lets’go!!!” ujarnya girang.Sesampainya di Blok A2 No13 Gothan langsung menemui Ronald di halaman rumah Pak Alberd .”Ronald kau tak apa-apa?Mengapa kau tidak masuk sekolah 2 hari”tanya Gothan.”Ya,aku menunggumu memecahkan kode buatan pamanku itu.Pamanku tidak percaya kalau kau adalah detektif cilik hebat.”Jawab Ronald.”Tapi,sekarang aku sudah percaya bahwa kau adalah The Perfect Detective.”Ujar paman Ronald.”Terima kasih.”.
Esoknya Ronald berangkat bersama dengan Gothan ke sekolah.Lalu Ronald membeberkan mengapa dia tidak masuk.Dia langsung berkata kepada teman – temanya bahwa Gothan adalah detektife cilik yang dijuluki oleh pamanya “The Perfect Detective”.”Wah Ronald aku kan jadi malu”Ujar gothan.”Kok di puji malah malu,harusnya kamu senag atau gembira tahuuu!!”Teriak Ronald bersama teman temanya bersamaan.”Tapi,kamu kan tidak bisa menceritakanku soal kemarin tanpa seizin aku”Balas Gothan.”Huuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!”Sorak Ronald dan teman-temanya.
Rabu, 04 Agustus 2010
menurut kamu aku pinter gak?
Aku gak tau pinter/gak.tapi aku dah test IQ.IQ-ku 138.menurut kamu pinter gak?
Langganan:
Postingan (Atom)
